Mengenal Klenting Mungil, Manfaat dan Cara Pakainya

Beberapa waktu lalu, salah satu dari Anda, menyampaikan usulan, untuk membahas seputar Klenting Mungil. Sehingga kali ini, itulah yang akan kita bahas. Yaitu tentang apa itu Klenting Mungil, serta manfaat dan cara pakainya bagaimana.

Klenting Mungil, merupakan sarana pengasihan, yang bentuknya mirip sebuah kendi, namun berukuran kecil. Kurang lebihnya seukuran ibu jari orang dewasa. Sebesar jempol kita, kira-kira.

Kata ‘klenting’ sendiri, artinya adalah kendi besar tanpa cerat, yang dipakai sebagai wadah untuk membawa air dari sumur. Disebut Klenting Mungil, karena memang wujudnya menyerupai kendi. Tetapi berukuran mini.

Nama lainnya adalah buli-buli. Sama, kata ‘buli-buli’ ini, secara bahasa maknanya adalah wadah sejenis guci, yang terbuat dari tanah liat, berbentuk bundar, yang bagian atasnya berlubang, untuk membawa air.


Baca Juga :


Biasanya, pada bagian leher Klenting Mungil, terikat seutas benang. Sebab jimat pengasihan yang satu ini, cara pakainya mirip dengan pendulum.

Secara tradisional, Klenting Mungil atau Buli-Buli, dipercaya memiliki tuah untuk mempengaruhi lawan jenis. Supaya jatuh cinta, atau bahkan mabuk kepayang, terhadap orang yang memilikinya.

Banyak juga yang percaya, bahwa Klenting Mungil tidak hanya berkhasiat di bidang asmara. Sering juga dipakai untuk merukunkan rumah tangga. Supaya harmonis. Supaya pasangan setia, dan sulit untuk tertarik pada orang ketiga.

Dan terkait rumah tangga serta keluarga, ada kalanya juga sarana ini dipakai untuk memulangkan anak yang minggat dari rumah. Pergi tidak pulang-pulang, karena berbagai alasan.

Anda pun mungkin pernah mendengar, tentang orang tua yang menyimpan buli-buli, dengan harapan untuk meluluhkan anak mereka yang bandel. Supaya tidak nakal lagi. Atau supaya menurut pada orang tuanya.

Untuk menggunakannya sendiri, cukup mudah. Tidak pakai puasa, hanya baca doa dan membakar kemenyan saja.
Caranya, sepotong kemenyan Anda bakar dulu. Lalu peganglah ujung tali Klenting Mungil di atas asap kemenyan. Kemudian bacakan mantra Klenting Mungilnya secara perlahan dan berulang-ulang.

Mantranya seperti apa, nanti akan saya tuliskan di bagian akhir artikel ini.

Membaca mantranya ini, tidak harus keras-keras. Asal terdengar telinga Anda sendiri sudah cukup. Bacalah berulang-ulang, sampai Klenting Mungil berputar perlahan ke arah kanan. Dengan sendirinya, bukan karena Anda gerakkan secara sukarela.

Tandanya mantra mulai bereaksi, adalah ketika putaran pendulum ini semakin lama semakin cepat, mengikuti mantra yang Anda baca. Makin cepat Anda membaca mantra, makin cepat pula putarannya.

Itulah tandanya upaya batin Anda mulai bekerja. Tandanya orang yang Anda tuju, mulai terpengaruh oleh tuah pengasihan Klenting Mungil.
Memang tidak semua orang bakal berhasil sekali jalan. Jadi tidak perlu berkecil hati, bila Anda butuh hingga beberapa kali untuk menjalankannya.

Kurang lebihnya, demikianlah yang dapat saya sampaikan, seputar apa itu Klenting Mungil, manfaatnya apa saja, serta cara pakainya bagaimana. Kita jadikan wawasan saja, semoga menjadi pengetahuan tambahan bagi kita.


Mantra Klenting Mungil:

“Bismilahirrohmanirrohim
Nyai Iteung, Kaki Iteung
Sing Ireng, Wijile Klentheng
Ingsun ora arep muter sapa-sapa
Kejaba muter si jabang bayine … (isi dengan nama target).”

Keterangan:

Kalimat ‘Bismillahirrohmanirrohim’ tidak harus dibaca bila Anda non-muslim. Boleh diganti dengan kalimat ‘Atas nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang’ atau bacaan lain sesuai keyakinan Anda.

Ketika menyebutkan nama target, akan lebih bagus bila disebutkan lengkap dengan bin/ bintinya. Contoh: Nisa binti Sarman, Agus Susatyo bin Wartono, dan sebagainya.