Ingatlah 4 Hal Ini Saat Anda Merasa Sedih, Marah dan Gagal
Masing-masing dari kita, pasti pernah merasakan kesedihan. Pernah merasakan kemarahan. Juga pernah merasakan kegagalan. Terutama, di saat hidup nampak begitu berat. Dan tidak berjalan seperti yang kita inginkan.
Kondisi semacam ini membuat suasana hati kita jadi berantarakan, dan kita pun perlahan kehilangan semangat untuk melakukan segala aktifitas.
Padahal ini wajar. Namanya hidup, ya memang seperti ini. Akan ada kalanya kita merasakan kehilangan, kekecewaan, atau bahkan ketakutan. Bukan berarti kita boleh terpuruk. Justru jadikan pengalaman ini sebagai pemicu, agar hidup kita bisa berkembang ke arah yang lebih baik.
Ketika dihadapkan pada perasaan sedih, marah, ataupun gagal, ingatlah 4 hal. Keempat hal ini, akan memudahkan Anda untuk melewati masa-masa yang terasa sangat sulit sekalipun. Empat hal ini, apa saja?
Yang pertama, ingatlah bahwa apa yang kita rasakan saat ini, adalah hasil atau buah dari pikiran kita sendiri. Bukan semata-mata dikarenakan apa yang terjadi pada kita.
Contoh, kita merasa sedih karena saat ini belum memiliki pasangan. Sehingga perasaan kita jadi buruk. Kemudian di tempat kerja, pekerjaan kita menumpuk. Akhirnya kita malah kesal sendiri, seakan dunia ini tidak pernah berpihak pada kita.
Padahal yang menjadikan pekerjaan Anda menumpuk, bukanlah karena Anda tidak punya pasangan. Kita merasa kesal dari perasaan kita sendiri, belum tentu perasaan kesal ini berasal dari perbuatan orang lain terhadap kita.
Baca Juga :
- Apa Cirinya Bila Suami-Istri Terkena Pelet Pemisah?
- Macam-Macam Tujuan Mengamalkan Ilmu Pengasihan
- Apakah Mengamalkan Pelet Pengasihan Harus Puasa Patigeni?
Dengan atau tanpa pasangan, kita tetap bisa menjadi produktif. Dengan atau tanpa pasangan, kewajiban Anda terhadap pekerjaan, tetap ada. Jadi sebenarnya bukanlah situasi yang menjadikan kita kecewa, tetapi keyakinan dan perasaan kita sendiri.
Lalu yang kedua, ingatlah pula bahwa jika Anda bisa mengubah pikiran Anda, maka Anda juga bisa mengubah perasaan Anda.
Setelah menyadari, bahwa kekecewaan dan amarah ini berasal dari pikiran kita sendiri, maka sekarang mari kita ubah pikiran tersebut. Masih ada banyak hal yang bisa membuat Anda bahagia, meskipun saat ini mungkin Anda merasa tidak punya apa-apa. Di sekeliling Anda sesungguhnya masih banyak orang yang kasih, masih banyak orang yang peduli. Termasuk sahabat-sahabat Anda, kawan-kawan Anda, keluarga besar Anda.
Kalaupun misalnya hari ini Anda gagal mencapai target kerja, sesuai tenggat waktu yang ditetapkan, tidak perlu merasa terpuruk. Anda sudah mengusahakan yang terbaik, dan sudah berhasil menyelesaikan begitu banyak tugas pada prosesnya.
Yang ketiga, mari kita ingat pula, bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran kita sendiri.
Tidak perlu terlalu mengacu pada standar yang kaku. Dalam mencari pasangan, misalnya. Tidak perlu Anda berpikir bahwa yang menjadi calon pendamping hidup Anda ini harus tinggi, harus lebih tua, atau sebaliknya harus seumuran, harus punya jabatan, harus punya ini, harus punya itu.
Andaikata Anda bisa menyadari, dalam pikiran Anda, bahwa karakter itu lebih penting, maka hidup Anda akan lebih bahagia. Dan lebih percaya diri juga. Yang Anda butuhkan bukanlah pasangan yang sempurna. Tetapi pasangan yang bisa menyempurnakan hidup Anda, dengan karakter dan kepribadiannya.
Karena apa-apa yang bersifat materiil itu, bisa dicari bersama.
Kemudian yang keempat, atau yang terakhir, dan tidak kalah pentingnya, ingatlah, bahwa semakin Anda berkata ‘tidak bisa’, maka hidup akan semakin banyak memberikan ujian kepada Anda. Sampai Anda menjadi bisa.
Menjalani hidup itu, seringkali tidak ada ubahnya seperti menjalani pelatihan yang tidak kunjung selesai. Jika ingin hidup kita bahagia, ya kita harus bisa menikmati proses pelatihan ini.
Jika dari awal kita sudah berkeras, bahwa kita tidak mungkin bisa, ya hidup justru akan semakin memberi kita situasi yang menyulitkan, sehingga kita bisa belajar semakin banyak.
Contoh, misalnya Anda sulit menerima pendapat orang lain. Atau sulit menerima orang lain yang berbeda pendapat dengan Anda. Selama Anda tidak belajar dari pengalaman sebelumnya, maka hidup akan terus mempertemukan Anda dengan orang-orang yang pendapatnya Anda tentang. Dengan orang-orang yang gemar beradu argumen dengan Anda. Sampai Anda benar-benar bisa menguasai bagaimana caranya menghadapi perbedaan.
Kurang lebihnya, keempat hal inilah, yang perlu kita ingat manakala perasaan kita diliputi kesedihan, kemarahan dan kecewaan. Dengan mengingat keempat hal ini, apapun yang terjadi, kita akan lebih bisa mengelola emosi, serta mengelola pikiran kita sendiri.
Harapan saya, agar kita bisa belajar dari pengalaman. Belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan bersabar.



